Merubah Gaya Hidup Ke Alkali Yang Sehat

gaya hidup alkali

Memiliki pH tubuh yang seimbang, alkali (basa) vs acid (asam), menjalani gaya hidup sehat dan bersifat alkali bukanlah sesuatu yang baru. Pada tahun 1930an, ahli kimia dari Swedia yang juga merupakan seorang ahli nutrisi, Dr. Ragnar Berg, secara intens mempelajari hubungan antara rasio alkali dan acid dalam pola diet dan pengaruhnya bagi kesehatan. Berdasarkan data dari Dr. Berg, tubuh butuh untuk mempertahankan level yang sedikit alkali pada kisaran pH 7.35 - 7.45 untuk membantu melawan penyakit serta mempertahankan kesehatan yang optimal.

Jikalau demikian, kenapa di zaman sekarang ini kita tidak menjalankan pola hidup alkali yang sehat? Jawabannya mungkin adalah karena faktor kepraktisan. Hidup di zaman modern yang serba cepat serta tinggi tingkat stress membutuhkan makanan yang cepat saji agar tidak membuang-buang waktu. Dikarenakan kita harus menghasilkan banyak uang, kadang kita malah mengorbankan kesehatan kita dengan tidak mengkonsumsi makanan yang baik bagi tubuh. Hal ini sangat patut disayangkan sebetulnya karena kesehatan nilainya jauh lebih berharga dibanding uang. Seorang dokter pernah berkata, "Penyakit itu rumit, sehat itu sederhana."

Mengobati suatu penyakit harganya bisa sangat mahal, belum lagi disertai efek samping dari obat-obatan yang harus dikonsumsi tubuh. Mencegah datangnya penyakit sebetulnya jauh lebih menguntungkan serta tidak ada efek sampingnya. Menjadi sehat dengan mengkonsumsi makanan sehat lebih mudah diperoleh, hal itu merupakan sesuatu yang kita semua dapat lakukan jika kita sendiri mau memilihnya.

 

Gaya Hidup Alkali Sehat ala Dr. Ragnar Berg

ragnar berg diet

Dr. Ragnar Berg menyarankan orang-orang untuk mengkonsumsi setidaknya 80% makanan yang membentuk sifat alkali dan 20% makanan yang membentuk sifat asam setiap kali kita sedang makan pagi, siang ataupun malam.  Mengapa makanan yang membentuk sifat alkali lebih diprioritaskan? Berdasarkan riset Dr. Berg menemukan bahwa penyakit sulit berkembang di dalam lingkungan yang bersifat alkali. Dr. Ragnar Berg merupakan ilmuwan pertama yang menemukan pentingnya keseimbangan asam basa bagi tubuh.

ragnar berg

Sekali lagi, sistem tubuh kita selalu mengatur dan menyesuaikan diri untuk menjaga agar plasma darah tetap stabil pada kisaran pH 7.35 - 7.45. Kita dapat membantu menjaga tubuh mempertahankan keseimbangan ini dengan mengkonsumsi makanan sehat dan yang membentuk sifat alkali dalam menu makanan harian kita.

Keseimbangan pH tubuh mengacu pada seberapa alkali atau seberapa asam tubuh kita, terutama pada saliva atau air liur, darah dan jaringan. Semua fungsi tubuh dijalankan oleh organ-organ di dalam tubuh tergantung dari jangkauan level pH nya.

Sekarang pertanyaan besarnya adalah, makanan mana yang harus atau yang lebih baik untuk dikonsumsi dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh? Untuk memberikan gambaran singkat mana jenis makanan yang bersifat asam dan alkali, silakan lihat pada gambar berikut ini: (Catatan: usahakan 80% yang anda konsumsi adalah makanan yang membentuk sifat alkali seperti sayur dan buah, dan 20% makanan yang membentuk sifat asam seperti daging-dagingan.)

chart makanan asam alkali

 

Apa Yang Membuat Makanan Itu Bersifat Asam atau Alkali?

makanan asam alkali

Ingatlah bahwa yang menjadikan sifat asam atau alkali (basa) dari suatu makanan ketika dikonsumsi oleh tubuh belum tentu terletak pada pH awal dari makanan itu sendiri. Suatu makanan dikatakan bersifat asam atau basa adalah berdasarkan efek yang ditimbulkan oleh makanan tersebut di dalam sistem tubuh setelah dimetabolismekan di dalam tubuh kita. Salah satu contoh yang umum misalnya pada buah lemon yang rasanya asam dan memiliki pH yang sangat asam, namun ketika ia dikonsumsi dan dimetabolismekan oleh tubuh kita maka ia akan membentuk sifat alkali di dalam tubuh.

food for healing annemarie colbin

Annemarie Colbin, PhD, seorang penulis buku "Food and Healing," memberikan pencerahan yang luar biasa terhadap keseimbangan asam basa dan resiko terjadinya penyakit akibat kebiasaan mengkonsumsi makanan yang tinggi sifat asamnya.

"Terdapat berbagai penyakit yang dapat menjadi lebih parah akibat ketidakseimbangan pH di dalam darah," kata Colbin. Beliau menjelaskan hal ini termasuk terhadap penyakit-penyakit seperti masalah jantung, osteoporosis, dan tekanan darah tinggi.

annemarie colbin

"Apa yang saya temukan pertama kali adalah bahwa makanan-makanan berprotein (seperti daging-dagingan) serta karbohidrat (tepung, gula) semuanya menimbulkan sifat asam dengan meninggalkan asam karbonat, asam sulfur dan asam fosfor di dalam tubuh," kata Colbin. "Di sisi lain, buah dan sayuran yang bersifat alkali meninggalkan mineral-mineral penting seperti potasium, magnesium, zat besi, kalsium dan sodium, yang dapat mem-buffer sifat asam."

Semakin banyak makanan bersifat alkali yang anda konsumsi setiap harinya, maka semakin baik bagi tubuh anda. Cobalah untuk mulai menerapkan pola diet alkali sederhana setiap harinya dengan mengingat aturan ini: 

"Konsumsi 80% makanan bersifat alkali dan 20% makanan bersifat asam"

Mari jaga tubuh kita agar tetap sehat sampai lanjut usia. Salam Kangen Water